The Arrow

Come and Enjoy this Forum ...
 
IndeksPortailCalendarFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Renungan Senin, 6 Agustus 2007

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ahee
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 135
Age : 36
Registration date : 07.06.07

PostSubyek: Renungan Senin, 6 Agustus 2007   Mon Aug 06, 2007 8:03 am

Yakobus 3:13-18

Judul: Hikmat dalam perbuatan Masa kini, kecerdasan intelektual dianggap tidak cukup. Agar hidup sukses, orang perlu memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. Mungkin yang dimaksud dengan kecerdasan emosional atau spiritual itu ada kesamaan dengan hikmat. Namun, menganggap diri sudah berhikmat pun tidak menjamin bahwa kita memiliki hikmat surgawi.

Perbedaan hikmat surgawi dan hikmat duniawi terletak pada sumber dan hasilnya (band. Mat. 7:17-18). Perbedaan sumber mengakibatkan perbedaan motivasi. Motivasi hikmat surgawi adalah kelemahlembutan (13). Motivasi hikmat duniawi adalah iri hati, mementingkan diri, memegahkan diri dan dusta melawan kebenaran (14). Hikmat duniawi berasal dari nafsu manusia dan setan-setan (15). Dampaknya adalah kekacauan dan segala perbuatan jahat. Sedangkan hikmat surgawi ditandai dengan kemurnian hati, yang terdiri dari tujuh sifat dan perbuatan, yaitu pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (17). Ada kemungkinan angka tujuh dipakai Yakobus untuk melambangkan sifat yang menciptakan kesempurnaan. Hikmat surgawi bersumber dari Tuhan Yesus sebagai Kebenaran (18; Yoh. 14:6), dampaknya adalah damai bagi mereka yang mengadakan damai (18).

Dari penjelasan di atas, tidak sukar untuk menilai apakah perbuatan seseorang berasal dari hikmat Allah atau hikmat duniawi. Banyak pribadi atau keluarga berantakan disebabkan tindakan yang tidak berdasarkan hikmat surgawi, misalnya mementingkan diri sendiri. Kendati demikian tidak sedikit orang Kristen yang meremehkan dosa seperti \'mementingkan diri sendiri\' sebagai hal sepele. Padahal bila melihat dampak yang ditimbulkannya, yakni kekacauan dan segala perbuatan jahat, sudah seharusnya orang Kristen menjauhi dosa ini. Oleh karena itu, bila orang ingin dipenuhi damai surgawi, perbuatannya pun harus berasal dari hikmat surgawi, yakni hikmat yang bersumber dari karya pembaruan Tuhan Yesus dan teladan hidup-Nya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Renungan Senin, 6 Agustus 2007
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
The Arrow :: Bacaan yang membangun :: Renungan-
Navigasi: